ACT

Jaga Adat, Kerajaan Pulau Laut Bentuk Lalawangan Negeri

0 328

LEMBAGA Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) dan Lalawangan Adat Negeri Banjarmasin menghelat syukuran dan silaturahmi guna membungkus pelestarian budaya Banua di pendopo Masjid Sultan Suriansyah, Jalan Kuin Utara, Banjarmasin, Sabtu (27/1/2018).

KETUA Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) Gusti Rendy Firmansyah mengungkapkan lembaga adat ini melalui Lalawangan Negeri Banjarmasin menyusun serangkaian kegiatan berkaitan dengan penyelenggaraan budaya, seni dan adat istiadat.

‘’Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) mencoba melalui koordinator wilayah atau lalawangan untuk adat budaya yang mulai terkikis. Tidak menutup kemungkinan korwil-korwil dibentuk di wilayah lain, salah satu acaranya syukuran dibentuknya Lalawangan Negeri Banjarmasin,” ujar Gusti Rendy Firmansyah kepada wartawan.

Dia mengungkapkan ternyata respon pemerintah pusat sangat baik dengan terbukti lembaga adat yang bergerak di bidang kebudayaan. Hal ini berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomr 39 Tahun 2007 menjadi payung hukum untuk mengembangkan dan menggali adat istiadat dalam pelestarian budaya.

Dia mengungkapkan pada 4 Januari 2018 lalu, Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) bersama Kesultanan dan Kerajaan se-Nusantara diundang Presiden Jokowi ke Istana Bogor dan menerima masukan adat, kerajaan, dan kesultanan seluruh nusantara. “Pak Presiden berjanji akan merespon masukan kerajaan dan kesultanan se-nusantara melalui anggaran di tahun 2019,” ujarnya.

Menurutnya, menggali sejarah, menyusun buku dan mengumpulkan situs yang akan diajukan ke pemerintah pusat melalui rekomendasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Tumenggung Adat Lalawangan Negeri Banjarmasin Ibrahim mengatakan dalam jangka pendek Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) akan menginventarisir seni budaya yang masih berkembang di masyarakat ataupun yang sudah punah. “ Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL)  berkolaborasi dengan komunitas lain terutama berkaitan dengan seni dan budaya dan kelompok ekonomi kreatif,” tuturnya.

Masih menurut Ibrahim, program yang akan dilaksanakan tahun ini, kemudian ke depan menyelenggarakan even-even lomba balogo, bagasing dan acara seni budaya lainnya. “Ini sesuai dengan tujuan dibentuknya Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL),” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis : Ahmad Husaini

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Ahmad Husaini

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.