Bagi Muhidin, Prestasi Walikota Ibnu Sina Belum Terlihat

KLAIM berhasil dalam mewujudkan pembenahan dan pengembangan wajah Kota Banjarmasin yang disuarakan Walikota Ibnu Sina, justru dibantah H Muhidin. Bagi mantan Walikota Banjarmasin periode 2010-2015 ini pun melihat belum ada yang signfikan di era pemerintahan duet Ibnu Sina-Hermansyah dalam memimpin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

DARI versi Walikota Ibnu Sina, selama dua tahun kepemimpinan sejak dilantik pada 17 Februari 2016, ada empat hal krusial yang berhasil ditangani dengan baik di Banjarmasin yakni penanganan kawasan kumuh, program penataan sungai, menciptakan wirausaha baru serta mewujudkan Banjarmasin menjadi kota pintar (smart city).

Benarkah? Namun justru mantan Walikota Muhidin mengeritik hingga kini belum ada peningkatan yang terlihat di Banjarmasin, dalam dua tahun kepemimpinan Ibnu Sina-Hermansyah.

“Saya memprediksi kemungkinan pejabat eselon yang bekerja di Balai Kota itu tidak kompok dalam bekerja. Walikota dan mereka sepertinya tidak mengerti mengenai tugas masing-masing yang diberikan atasan. Sebagai mantan walikota sekaligus warga Banjarmasin sah-sah saja saya mengeritik walikota,” ucap Muhidin kepada wartawan, di kediamannya, Komplek Bunyamin Permai, Jalan Achmad Yani Km 55 Banjarmasin, belum lama tadi.

Ketua DPW PAN Kalsel ini juga menyoroti soal impian Walikota Ibnu Sina untuk membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan berlantai kaca transparan di atas Sungai Martapura itu. “Lebih baik rencana ini dibatalkan saja. Baiknya Pemkot Banjarmasin untuk meninggikan jembatan yang ada, seperti Jembatan Merdeka dan Jembatan Pasar Lama yang cukup mengganggu arus transportasi sungai serta untuk keperluan wisata susur sungai,” kata Muhidin.

Menurut dia, dengan meninggikan jembatan justru lebih murah biayanya daripada membangun jembatan baru lagi. Bahkan, Muhidin mengungkapkan sejak era pemerintahannya di Balai Kota, rencana kedua jembatan itu untuk ditinggikan bagi wisata susur sungai sudah ada. “Sayang tidak terwujud, keburu jabatan saya sudah habis,” ucap pengusaha tambang dan pelabuhan khusus batubara ini.

Muhidin menilai sangat mubazir jika Pemkot Banjarmasin juga membangun JPO apalagi biayanya ditaksir lebih dari Rp 15 miliar, ditambah lagi rencana serupa juga dilakukan Pemprov Kalsel. Beda dengan rencana Pemprov Kalsel yang justru sangat tepat untuk membangun taman atau sejenis alun-alun kota Tugu Nol Kilometer di kawasan Kantor Gubernur Kalsel,” kata Muhidin.

Dia pun mengaku mendapat informasi adanya rencana pergantian Sekdakot Banjarmasin Hamli Kursani akan dilakukan Walikota Ibnu Sina. Menurut Muhidin, tugas seorang sekretaris daerah sangat vital bagi pemerintahan, sehingga butuh sosok yang memiliki wawasan luas dan paham dengan rumah tangga Pemkot Banjarmasin. “Tentu saja, bisa bekerjasama dengan walikota,” ucap Muhidin.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini pun menyarankan figur yang cocok menjadi Sekdakot Banjarmasin adalah Subhan Noor Yaumil yang kini Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakueda) Banjarmasin. “Subhan ini ahli masalah keuangan dan juga menguasai semua bidang yang berkaitan dengan pemerintahan,” tandas Muhidin.(jejakrekam)

Penulis : Asyikin

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Dokumentasi

 

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...