Bawi Dayak Kalteng Harus Mampu Bersaing

EKSISTENSI perempuan Dayak tak boleh dipandang sebelah mata. Untuk membuktikan itu, diagendakan pada 15 Januari 2018 di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kalimantan Tengah dihelat pelantikan dan pengukuhan Asosiasi Bawi Dayak, Budaya dan Wisata (Asbadata) Kalimantan Tengah periode 2017-2022.

PARA perempuan Dayak di Kalteng ini pun akan dikukuhkan langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah Guntur Talajan.

“Hari ini, kami rapat final untuk persiapan pelantikan minggu depan. Insya Allah, acara dapat berjalan lancar sesuai keinginan kami,”kata Ketua Umum Asbadata Kalteng, Hajjah Muliadina MA Lewis kepada wartawan, di Palangka Raya, Minggu (7/1/2018).

IKLAN TENGAH

Menurut Muliadina, keberadaan asosiasi ini, nantinya untuk  mempersiapkan sumber daya manusia perempuan Dayak (bawi Dayak) Kalimantan Tengah yang siap, tangguh, cakap dan kuat, sebagai wadah untuk belajar, berkumpul, bertukar pikiran mencetuskan ide, menyampaikan pendapat, bergerak positif sehingga nantinya dapat bersaing atau berkompetitif dengan masyarakat lainnya.

Hal itu disebabkan, masih menurut Muliadina, melihat kehidupan perempuan Dayak (bawi Dayak) saat ini, baik kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya sangat jauh tertinggal baik dalam kesempatan memperoleh lapangan kerja maupun dalam pengembangan diri, khususnya mengelola dan mengolah sumberdaya alam yang melimpah di Kalimantan Tengah.

“Jadi kita, bawi Dayak, juga tidak boleh ketinggalan untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif dalam menunjukkan kemampuan maupun bakat yang kita miliki dalam ranah peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan Dayak. Tujuan akhirnya, tentu bisa meningkatkan kesejahteraan perempuan Dayak yang mandiri,”imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis :  Tiva
Editor   :  Fahriza
Foto     :  Tiva

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Bawi Dayak Kalteng Harus Mampu Bersaing