Gandeng Unair, ULM Buka Program Doktor Ilmu Sosial

UNIVERSITAS Lambung Mangkurat (ULM) terus mengembangkan diri. Kampus yang dikenal publik dengan sebutan Unlam ini telah menggelar pendidikan doktoral (S3). Bekerjasama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam kelas regular program doktor ilmu sosial dilaunching Rektor ULM Prof DR Sutarto Hadi di Aula Rektorat ULM lantai II, Jalan Brigjen H Hasan Basry, Banjarmasin, Sabtu (6/1/2018).

KOORDINATOR persiapan program S3 ilmu sosial, DR Yusuf Hidayat mengungkapkan sebagai kampus tertua di Kalimantan, tentu program doktoral ilmu sosial sudah bisa digelar di Banjarmasin, sehingga calon mahasiswa khususnya dari Kalsel tak perlu melanjutkan S3 di Pulau Jawa.

“Sumber daya manusia (SDM) di ULM cukup memadai. Namun, ULM tetap harus perlu penguatan, sehingga akhirnya menjalin kerjasama dengan Universitas Airlangga Surabaya,” ucap Yusuf Hidayat kepada awak media.

Ia mengungkapkan ULM akan menjadi fasilitator kelas reguler doktoral Unair Surabaya di Banjarmasin, yang kemudian direncanakan pengelolaan program doktor ilm sosial akan dilakukan secara mandiri oleh ULM.

Menurut Yusuf, syarat untuk membuka program doktoral adalah harus ada dua guru besar dan empat doktor telah dipenuhi ULM, sehingga diperkirakan pada Maret atau April 2018 bisa membuka secara mandiri. “Yang paling lambat, tahun depan atau semester depan, ULM bisa memulai program doktor ilmu sosial,” katanya.

Sedangkan, menurut dia, sarana dan prasarana untuk menyokong program doktor ilmu sosial sudah tersedia di Gedung Pasca Sarjana ULM. Dengan ruang perkuliahan, serta ruang khusus teleconference untuk kuliah jarak jauh bisa dihelat ULM. “Sedangkan, untuk penelitian ilmu-ilmu sosial di Kalsel sudah bayak dihasilkan. Terutama, melalui Lembaga Penelitian ULM, serta bekerjasama dengan kampus dari dalam dan luar negeri,” pungkas Yusuf.

Menariknya, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming menjadi donator program S3 Ilmu Sosial di ULM. Komposisinya, lewat Yayasan Haji Maming yang bergerak di bidang sosial akan menyetorkan 10 persen dari keuntungan perusahaan B69 untuk program peningkatan SDM Kalsel, khususnya di ULM.

“Ambil contoh di Sulawesi Selatan yang memprogramkan 1.000 doktor Kalsel juga membikin program yagn sama. Angkatan pertama program S3 ilmu sosial, ya ada 21 mahasiswa telah dibantu Yayasan Haji Maming. Selanjutnya, Yayasan Haji Maming juga akan membantu Fakultas Kelautan dan Perikanan ULM,” kata Mardani Maming.

Ketua Apkasi ini dengan keterlibatan swasta, pemerintah darah dan perguruan tinggi maka program untuk mencetak para doktor di Kalsel akan terwujud, agar SDM makin meningkat.

Sementara itu, Rektor ULM Prof DR Sutarto Hadi mengungkapkan usai program doktor ilmu sosial, akan dilanjutkan dengan program doktor ilmu pertanian yang akan dikelola secara mandiri oleh ULM.

“Setelah launching program kerjasama dengan Unair, maka ULM akan bisa mengelola program doktor ilmu sosial secara mandiri. Sebab, program doktor bukan hanya bidang eksakta, tetapi juga bidang sosial. Satu kendala biaya pendidikan atau kuliah lebih tinggi bisa disiasati dengan adanya bantuan CSR perusahaan swasta,” kata guru besar matematika FKIP ULM ini.

Sutarto Hadi pun berharap program peningkatan SDM di Kalsel bisa lebih cepat, dengan hadirnya minimal 350 doktor dan 100 guru besar yang ada di ULM. “Jumlah ini tentu lebih besar, dari 1.000 lebih tenaga pengajar yang ada di ULM,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis : Ahmad Husaini

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Ahmad Husaini

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...
Klik bel merah di samping kanan layar untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru.