Usai Antasari, Pejuang Banjar Lainnya akan Difilmkan

DUA tokoh protagonis pencetus Perang Banjar, Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari sangat menonjol dalam film garapan sutradaya Irwan Siregar. Di sisi lain, naskah film yang ditulis Gusti Raden juga menyuguhkan figur antagonis pro kompeni Belanda, Pangeran Tamjidillah, tersaji dalam film berjudul Pangeran Antasari Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing.

PEMUTARAN perdana film berbiaya Rp 2,3 miliar ini serentak di 8 stadio di Cinema Stadion XXI Duta Mall Banjarmasin, Senin (1/1/2018). Diperkirakan sekitar 1.500 penonton menyaksikan film yang menjadi impian Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor. Tak mengherankan, jika Paman Birin yang berperan sebagai Utuh Buntat dalam film itu, turut membaur bersama masyarakat Kalsel menonton film tersebut.

Tampak pula, Wakil Gubernur Rudy Resnawan, Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dan sejumlah kepala SKPD di lingkup Pemrov Kalimantan Selatan serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar Mokhamad Hilman beserta keluarga.

Dimulai pukul 09.00 Wita, film Pangeran Antasari garapan PT Cahaya Kristal Media Utama berdurasi 90 menit, mengisahkan epos Perang Banjar di bawah komando Pangeran Antasari, Demang Lehman, serta tokoh-tokoh lainnya. Bahkan, Perang Banjar diklaim sebagai perang terpanjang dan terlama dalam misi mengusir kolonial Belanda, berlangsung sejak 1859-1905.

“Dari film ini, jelas kegigihan Pangeran Antasari melawan penjajah Belanda yang hendak berebut Tanah Banjar sangat tergambar. Ke depan, kita akan buat film yang lebih heroik lagi. Ya, seperti Demang Lehman dan tokoh-tokoh pejuang lainnya,” tutur Gubernur Kalsel Sahbirin Noor kepada wartawan, usai gala primer Film Antasari.

Iklan Samping 300×250

Dia berharap lewat media film, masyarakat Kalsel akan semakin mencipta para pahlawan, khususnya di Tanah Banjar. Bagaimana pun, menurut Paman Birin-sapaan akrabya, Kalsel punya peradaban yang diwariskan para leluhur yang sungguh luar biasa.

“Banua Banajr termasuk tanah yang pernah dijajah Belanda. Makanya, kita bangkit melawan penjajah. Dari film ini, sudah terlihat begitu kerja kerasnya para pendahulu kita dalam melawan penjajahan di Tanah Banjar,” ucap Paman Birin.

Senada itu, Walkota Banjarmasin Ibnu Sina pun berharap film Pangeran Antasari bisa bermanfaat bagi generasi muda dalam memahami secara benar sosk para pahlawan dalam Perang Banjar. “Ada dua pesan dari film Pangeran Antasari ini, yakni haram manyarah waja sampai kaputing dan jangan bacakut papadaan. Ini sangat relevan dalam kondisi politik sekarang, ketika kita berkonflik antar sesama, justru memberi keuntungan bagi pihak luar,” ucap mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini.

Ke depan, Walikota Ibnu Sina pun berharap akan ada film-film yang mengangkat sosok pejuang lainnya, terutama peran Kesultanan Banjar serta tokoh-tokoh pejuang yang bisa menjadi insiprasi warga Kalsel demi kemajuan Banua.(jejakrekam)

Penulis : Asyikin

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Iman Satria

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.