ACT

Demi Keindonesiaan, ICMI Kalsel Sepakat Tolak LGBT

0 165

SEKRETARIS Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)Kalimantan Selatan  Dr (Can) Taufik Arbain menegaskan organisasinya menentang keras perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Indonesia.

“KAMI dari ICMI akan mendukung kawan-kawan terus menjunjung marwah dan peranan sosial keagamaan di Indonesia. Sebab, bagaimana pun LGBT dalam konteks keindonesiaan itu tidak dibenarkan oleh semua agama yang di Indonesia ‘’ kata Taufik Arbain kepada wartawan, seusai Diskusi Keumatan ICMI di kampus FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Selasa (26/12/2017).

Taufik Arbain mengatakan penentangan LGBT bukan hanya berbicara tentang kepentingan Islam semata, tetapi juga mementingkan semua agama, Terlebih lagi, mementingkan keindonesiaan.

“Makanya, ICMI Kalsel mengambil sikap untuk mendukung semua pihak dan elemen masyarakat yang menolak dan memperlambat bahkan menolak usulan-usualan regulasi yang memberikan ruang bagi LGBT,” cetusnya.

Dia mencontohkan sebagaimana usulan regulasi misalnaya atas nama hak asasi manusia (HAM) memberikan ruang dan kesempatan kepada orang lain dalam menjalankan perilaku seksual yang menyimpang dari kodratnya. “Yang kami maksudnya menolak LGBT itu sama dengan menolak persoalan miras,” tegas akademisi ULM ini.

Taufik Arbain beranggapan karena Indonesia adalah Negara Pancasila yang menjunjung tinggi kemasyarakatan dan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga semua agama sepakat melarang  LGBT, karena mencakup keberlangsungan umat manusia.

‘’Indonesia yang saya kira yang mengedapankan falsafah Pancasila tidak perlu meyamai apa-apa yang berlaku di negara-negara barat yang mendewakan demokrasi. Jadi, demokrasi yang ada di negara-negara barat belum sama dengan demokrasi yang ada di Indonesia,” cetusnya.

Mahasiswa doktoral Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengungkapkan bahwa demokrasi itu harus menyesuaikan dengan kultur yang ada di Indonesia yaitu  kultur keagamaan keindonesiaan dan kenusantaraan. “Makanya, masalah LGBT adalah persoalan yang mendasar bagi anak bangsa dan ini penting bagi kita semua, termasuk ICMI,” katanya.

Taufik menegaskan dukungan ICMI juga untuk menangkis asumsi bahwa masalah LGBT berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan HAM. “Kami beranggapan LGBT itu jelas bertentangan dengan tugas kita merawat keindonesiaan, keumatan dan keislaman,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis : Ahmad Husaini

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Istimewa

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.