Bertabur Prestasi, Atlet PABBSI Kalsel Siap Jajal PON 2020

JELANG Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, seluruh pengurus Persatuan Angkat Besi, Binaraga, Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) menghadiri rapat kerja nasional (rakernas). Agendanya, membahas cabang olahraga (cabor) yang tetap dipertandingkan dalam even olahraga berskala nasional itu di Jakarta, pada 15-16 Desember 2017.

KETUA Umum Pengprov PABBSI Kalimantan Selatan HM Rosehan Noor Bachri mengungkapkan dengan dipastikannya cabor angkat besi, binaraga dan angkat besi dipertandingkan di PON 2020 di Papua, perlu persiapan matang bagi atlet Kalsel.

“Kami akan mempersiapkan atlet PABBSI Kalsel untuk mengikuti Kejurnas 2018 dan persiapan Pra PON 2019. Tahun ini, oleh KONI Kalsel telah dibantu peralatan,” ujar HM Rosehan NB kepada jejakrekam.com, Jumat (15/12/2017).

Mantan Wagub Kalsel menyebut dua set peralatan angkat besi dan satu set peralatan angkat berat, termasuk tempat latihan angkat besi dan angkat berat di samping Sekretariat KONI Kalsel di area GOR Hasanuddin HM Banjarmasin, bukti keseriusan insan olahraga dalam membina cabor yang menoreh prestasi tersebut.

“Di kawasan GOR Hasanuddin HM juga disediakan tempat fitness. Hal ini tak terlepas karena cabor ini membawa Kalsel meraih prestasi di skala nasional,” papar anggota DPRD Kalsel ini.

Rosehan menyebut pada November hingga awal Desember 2017, atlet angkat besi junior di Riau atasnama Deno, Desi dan kawan-kawan dengan pelatih Mujianto keluar sebagai juara umum. Kemudian, pada Mei 2017, Iswahyudi meraih juara II binaraga pada Kejuaraan Mr Indonesia Seri 2, akibat pecabutan medali terhadap atlet Jawa Barat pada hasil PON XIX Jabar, karena positif dopping, sehingga medali perunggu menjadi perak diraih atlet Kalsel Niko.

Iklan Samping 300×250

Begitupula, Bambang yang berlaga di kelas 65 kilogram naik dari peringkat 4 menjadi peraih medali perak menjadi emas, lagi-lagi akibat atlet Jawa Barat dan Bangka Belitung yang positif dopping. “Pengumuman hasil dopping ini dilakukan pada Agustus 2017 lalu,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Prestasi yang diraih atlet Kalsel makin kinclong, saat Kejurnas Binaraga Semarang, Jawa Tengah atas nama Surahman yang meraih medali perak. “Kami juga mengirim pelatih angkat besi atas nama Jasmi mengikuti pelatihan di Jakarta. Termasuk, atlet yang dikirim Kalsel mengikuti Kejuaraan Satria Remaja di Yogyakarta pada Oktober 2017, atas nama Deno di kelas 58 kilogram, Dyah Veraa Speptia di kelas 48 kilogram yunior, dan Desi di kelas 48 kilogram senior juga meraih tiga medali perunggu,” beber Rosehan.

Dengan segudang prestasi itu, Rosehan hakkul yakin atlet Kalsel akan dikirim dalam even olahraga bertaraf nasional seperti kejurnas hingga PON 2020 di Papua, bisa membawa harum nama daerah. “Makanya, kami memohon doa dan restu dari masyarakat Banua agar di tahun 2018 nanti, atlet PABBSI Kalsel bisa lebih baik dan berhasil lagi,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis : Didi GS

Editor   : Didi  G Sanusi

Foto      : Dok Rosehan

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Bertabur Prestasi, Atlet PABBSI Kalsel Siap Jajal PON 2020