KONI Kalteng Selektif Kirim Cabor ke PON 2020 Papua

BUTUH biaya besar untuk memberangkatkan kontingen yang terdiri dari para atlet, pelatih dan ofisial ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2020 mendatang. Tak mengherankan, jika akhirnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah memastikan akan selektif memilih cabang olahraga (cabor) yang berlaga di even olahraga nasional itu.

KETUA KONI Kalimantan Tengah, Aries M Narang mengatakan nantinya dalah skala super prioritas dan seken prioritas. “Jadi ada 10 besar dan 5 besar, sehingga dana yang ada bisa dikonsentrasikan bagi cabor yang meraih medali. Masalah ini akan dibahas dalam rapat kerja provinsi nanti,” ucap Aries M Narang, seusai melepas kontingen cabor dayung ke Palembang, Sumatera Selatan dan basket ke Jakarta, untuk mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) di Palangka Raya, Jumat (17/11/2017).

Mantan Ketua DPRD Palangka Raya ini mengungkapkan keikutsertaan dua cabor dalam ajang kejurnas bisa memotivasi para atlet dayung dan basket lebih berprestasi lagi. “Selama ini, dayung merupakan cabor andalan di PON. Jadi, kejurnas bisa dijadikan tolak ukur untuk mengetahui kekuatan kontingen lain. Sedangkan bakset, dengan pengalaman mengikuti ajang itu, dapat dijadikan momentum kebangkitan olahraga ini di Kalimantan Tengah,” cetus Aries Narang.

Sementara itu, Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalteng, Sipet Hermanto, mengatakan, dalam kejurnas yang berlangsung 27 November- 1 Desember 2017,  Kalteng akan mengikuti 9 nomor lomba dayung, dengan 7 atlet putra dan 5 putri.

Ada 9 nomor yang akan diikuti atlet dayung Kalteng,  yakni canoeing jarak 1000  meter dan 500 meter adalah K-1 pendayung putra 1000 meter, Polyansyah. Lalu,  K-2 pendayung putra 1000 meter, Elpri Gunawan dan Gustino,  JK-1 pendayung putra junior 1000 meter, Irwan, K-4 pendayung putra 500 meter, Irwan, Debi S Roberto dan Leandro serta JK-1 pendayung putra junior 500 meter, Leandro. Kemudian, canoeing jarak 200 meter yakni K-1 200 meter putra, Polyansyah, K-2 500 meter putri, Selvia Sari dan Sania Riati, K-4 500 meter putri, Selvia Sari, Sania Riati, Made widya dan Astiana serta JK-1200 meter pendayung putri junior, Made Widya.

Polyansyah merupakan atlet pelatnas. Begitupula, Debi S, Selvia Sari, Riadi dan Made Widya merupakan atlet Pendidikan Pelatihan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).  Sementara, Elpri Gunawan, Gustino, Roberto, Leandro Irwan dan Astiana merupakan atlet binaan PODSI Kalteng.

“Kami optimistis atlet dayung Kalteng masih mampu meraih medali emas. Terbukti, saat ajang Popnas beberapa waktu lalu di Semarang, Jawa Tengah, bisa terwujud. Harapan kita tertuju kepada Polyansyah yang merupakan atlet pelatnas,”imbuhnya.

Berbeda dengan Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalteng yang tak mematok target muluk-muluk.  Menurut  Ketua Perbasi Kalteng, Ambeng Dedi Oktavianus tetap bangga karena para atlet yang diberangkatkan merupakan warga Kalteng bukan atlet sewaan.

“Jujur, ini kejurnas pertama kali yang diikuti Kalteng. Ada 12 atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi Liga Pelajar se-Kalteng beberapa waktu lalu, di Palangka Raya. Mereka berasal dari Kabupaten Sukamara 1 orang, Katingan 2 orang, Muara Teweh 5 orang dan Kota Palangka Raya dikirim 4 orang,” tandasnya.

Rencananya, Kejuaraan Bola Basket Nasional KU-14 di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 19-26 November 2017. Nantinya, Kalteng akan menghadapi  DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. (jejakrekam)

Penulis  : Tiva
Editor    : Fahriza
Foto      : Tiva