Bubungan Tinggi Bertahan, Taman Tugu Nol Pal Dibangun

SEBELUM menyulap kawasan eks kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Jalan Jenderal Sudirman dengan Tugu Nol Pal beserta taman, maka tahap pertama adalah pembongkaran sejumlah kantor, terkecuali gedung utama berarsitektur rumah Banjar tipe bubungan tinggi yang akan dipertahankan sebagai identitas kawasan itu.

NILAI historis bangunan Gubernur Kalimantan Selatan Banjar itu berdiri di situs Kantor Governeur Borneo Hindia Belanda sejak 1938, hingga akhirnya dibongkar dan didirikan lagi pada 1950. Tercatat, sejak era Gubernur Syarkawi (1957-1959), Gubernur Maksid (1959-1963), Pejabat Gubernur Abu Jahid Bastomi (1963) dilanjutkan Gubernur Aberani Sulaiman periode 1963-1968, Gubernur Jamani (1968-1970), Gubernur Subarjo Sosroroyo (1970-1980), diteruskan Gubernur Mistar Cokrokusomo (1980-1984), pernah menempati bangunan bergaya Istana Sultan Banjar itu.

Nah, ketika para gubernur terdahulu itu tanpa wakil gubernur, baru di era Gubernur Muhammad Said (1984-1995), didampingi  Wakil Gubernur Gusti Hasan Aman satu periode pada 1992-1995. Tongkat estafet Gubernur Said digantikan Hasan Aman yang juga besannya sebagai orang nomor di Kalsel pada periode 1995-2000 dengan Wakil Gubernur Bachtiar Murad.

Memasuki era reformasi, Gubernur Sjachriel Darham yang menggantikan Gusti Hasan Aman, bersama wakilnya Husin Kasah pada periode 2000-2005. Hingga memasuki masa Pilkada 2005, Departemen Dalam Negeri menunjuk Tursandi Alwi terhitung sejak Maret-9 Agustus 2005 menduduki posisi Penjabat Gubernur Kalsel.

Dari perjalanan sejarah, berarti 10 gubernur pernah menempati Bubungan Tinggi di Jalan Jenderal Sudirman sebagai pusat kontrol pemerintahan di Kalimantan Selatan. Sebelumnya, sebelum hijrah ke tepian Sungai Martapura, di era kolonial Belanda hingga kemerdekaan, para pemimpin provinsi yang berdiri pada lewat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) Nomor 21 Tahun 1950, ditetapkan pada 14 Agustus 1950, pernah berkantor di Jalan Lambung Mangkurat.

Wacana pemindahan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang sudah lama terpendam, akhirnya menguat di era Gubernur Rudy Ariffin dalam periode pertama bersama Wagub HM Rosehan Noor Bachri pada masa jabatan 9 Agustus 2005 hingga 9 Agustus 2010. Dan, baru terealisasi, ketika Rudy Ariffin yang mantan Bupati Banjar di periode kedua bersama mantan Walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan sebagai Wakil Gubernur Kalsel periode 9 Agustus 2010-9 Agustus 2015, membangun perkantoran baru di Banjarbaru.

Begitu memasuki masa pemerintahan Gubernur H Sahbirin Noor bersama Wagub Rudy Resnawan telah direncanakan pembongkaran beberapa bangunan lawas seperti eks kantor DPRD dan Bappeda Kalsel menjadi ruang terbuka hijau. Termasuk, ada beberapa perkantoran lainnya, hingga yang tersisa bangunan utama berbentuk Rumah Banjar Bubungan Tinggi.

Stempel persetujuan sudah didapat dari DPRD Kalsel sebagai representatif para wakil rakyat. Dan, kini tahap pembongkaran sudah memasuki persiapan lelang jual bongkarm melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin.

Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, M Mirhansyah mengungkapkan pengumuman lelang akan dimulai pada 23 November 2017. “Untuk pelaksanaan lelangnya hanya satu hari pada 28 November 2017,” ucap Mirhansyah kepada wartawan di Banjarbaru, Kamis (16/11/2017).

Menurut dia, jika nantinya sistem lelang jual bongkar justru sepi peminat akan diganti dengan lelang jasa bongkar dengan alokasi dana yang disiapkan Pemprov Kalsel sebesar Rp 2,1 miliar.

“Jika sistem jasa bongkar yang terjadi, maka hasil bongkaran akan dinilai tim appraisal untuk dijual kembali. Tapi lelang jasa bongkar ini memang bisa merugikan pemprov. Sebab, bisa saja hasil penjualan tidak sebesar biaya pembongkaran. Kalau sistem jual bongkar lebih ekonomis, karena tidak perlu mengeluarkan biaya. Makanya, kami tetap usahakan sistem jual bongkar dulu,’’ ucap Mirhansyah.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Nazaruddin Alkhaidar mengatakan untuk tahapan pembangunan pengganti gedung bila pembongkaran sudah dilaksanakan.

Ia menjelaskan saat ini telah disusun detail engineering design (DED) pembangunan pengganti gedung yang dibongkar. “Nah, khusus tahun depan akan dibangun pertamanannya dulu. Nantinya, taman akan dilengkapi dengan pohon dan bunga-bunga, Sedangkan, pembangunan Tugu Nol Pal akan dilanjutkan pada tahap berikutnya,’’ imbuh Nasruddin.(jejakrekam)

Penulis : Wan Marley

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : @evankriswandi