PII-LPJK Sinergitaskan Profesi dan Keahlian

PERSATUAN Insinyur Indonesia (PII) melakukan koordinasi dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), terkait sinergitas program konsultansi rancang bangun dan konstruksi.

KETUA Persatuan Insyinyur Indonesia (PII) Kalimantan Selatan, Prof Dr Ir H Ismet Ahmad memastikan keberadaan PII cukup eksis di Kalimantan Selatan.

Ia menuturkan, PII memayungi semua profesi keinsinyuran, dengan alasan dan landasan berpikir yang cemerlang.
“Insyinyur di Indosesia harus dihargai, sebagaimana dihargainya profesi di luar negeri. Tentu dengan sertifikasi standar,” beber mantan anggota DPR RI  asal Fraksi PAN ini usai melakukan pertemuan dengan pengurus LPJK Kalsel di Jalan DI Panjaitan Banjarmasin, Rabu (25/10/2017).

Menurut mantan Sekdaprov Kalsel ini, PII telah memiliki UU No 11/2014, tentang kesetaraan insinyur di Indonesia, sehingga mampu berbicara banyak saat berada di luar negeri.
“PII perlu melakukan sinkronisasi keahlian, mengingat UU No 2/2017 tentang Jasa Konstruksi juga melibatkan PII yang juga punya UU No11/2014,” tandas Ismet Ahmad yang didampingi Sekretaris PII Fairid Rusdi.

PII memiliki cakupan profesi yakni rekayasa sipil, pertambangan geologi, teknik sipil dan elektro, konservasi dan pengelolaan SDA, pertanian (perikanan dan kehutanan), teknologi kelautan dan perkapalan, aeronautika (dirgantara).

Kemudian pendidikan teknik dan teknologi, seperti teknik sipil, penelian dan pengembangan, konsultansi rancang bangun dan konstruksi, teknik dan manajemen industri pengolahan manufaktur, eksplorasi dan ekspoitasi sumber daya mineral, penggalian pemuliaan SDA, pembangunan dan pengoperasian pemeliharaan aset.

Senada itu, Ketua LPJK Provinsi Kalsel Dr Ir H Subhan Syarief MT mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh PII. Apalagi peran dan kontribusi PII di Kalsel relatif tinggi. “Ya, kita harus dukung program PII sinergitas konsultansi rancang bangun dan konstruksi,” beber arsitek ini. Ia berharap, PII mampu memberikan sumbang sih tenaga ahli dan keprofesional di bidang konstruksi di Kalimantan Selatan. (jejakrekam)

Penulis : Economics
Editor   : Afdi Achmad
Foto     : Istimewa