Dirgahayu

Banjarmasin Setor Modal Rp 75 Miliar ke Bank Kalsel

SKEMA suntikan dana modal bagi Bank Kalsel telah disusun Pemkot dan DPRD Kota Banjarmasin. Bank milik Pemprov Kalsel bersama 13 pemerintah kabupaten dan kota ini yang berbadan hukum PT Bank Pembangunan Daerah Kalsel ini, segera disuntik modal oleh Pemkot Banjarmasin secara bertahap bertotal Rp 75 miliar.

MENGINGAT struktur APBD Kota Banjarmasin yang belum mampu menyuplai dana sebesar itu untuk sekaligus, akhirnya diambil skema secara bertahap.

Anggota Pansus Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin ke Bank Kalsel, Aman Fahriansyah mengungkapkan dana Rp 75 miliar itu akan dibagi dalam empat tahap anggaran. Menurutnya, sejak 2015 lalu, Pemkot Banjarmasin telah menanamkan dana modal ke bank plat merah itu sebesar Rp 10 miliar.

“Untuk APBD Banjarmasin tahun anggaran 2018 akan dipasok penyertaan modal ke Bank Kalsel mencapai Rp 20 miliar. Ya, kami mempertimbangkan struktur APBD Banjarmasin yang belum bisa menyetor modal ke Bank Kalsel sekaligus Rp 75 miliar,” ujar Aman Fahriansyah kepada jejakrekam.com, di Banjarmasin, Selasa (24/10/2017).

Menurutnya, berdasar kesepakatan antara DPRD dan Pemkot Banjarmasin, disetujui agar tambahan modal di Bank Kalsel akan dituntaskan sebelum berakhirnya masa jabatan Walikota Ibnu Sina dan Wakil Walikota Hermansyah pada 2020 nanti. “Makanya, pada APBD 2019 nanti akan dilanjutkan digelontorkan dana penyertaan modal Rp 15 miliar. Dilanjutkan pada APBD 2020 sebesar Rp 15 miliar dan APBD 2021 diserahkan modal ke Bank Kalsel mencapai Rp 15 miliar. Jadi, totalnya mencapai Rp 75 miliar,” tutur anggota Komisi III DPRD Banjarmasin ini.

Legislator PPP ini mengakui jika dihitung porsi modal yang disetorkan Pemkot Banjarmasin memang masih kalah besar dibandingkan Pemkab Balangan dan Pemkab Kotabaru. “Walau bukan pemilik saham mayoritas, tentu Banjarmasin juga turut berpartisipasi dalam membesarkan Bank Kalsel,” kata Aman.

Berdasar posisi setoran modal berdasar akte rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Kalsel Nomor 9/2017, tertanggal 7 April 2017. Posisi teratas penyetor modal Bank Kalsel adalah Pemprov Kalsel dengan total modal Rp 330.078.000.000 (28 persen), Pemkab Balangan Rp 108 miliar lebih (9,2 persen), disusul Pemkab Kotabaru Rp 88.187.000.000 (7,48 persen), Pemkot Banjarmasin Rp 85.800.000.000 (7,28 persen), Pemkab Tala Rp 85.374.000.000 (7,24 persen), disusul Pemkab HSU Rp 82.764.000.000 (7,02 persen), Pemkab Tabalong Rp 81.815.000.000 (6,94 persen) dan Pemkab Batola Rp 60 miliar (5,09 persen).

Kemudian, Pemkab HST Rp 55,5 miliar (4,71 persen), Pemkot Banjarbaru setor Rp 55.383.000.000 (4,70 persen), Pemkab HSS Rp 55 miliar (4,67 persen), Pemkab Tapin Rp 41.942.000.000 (3,56 persen), Pemkab Banjar Rp 24.570.000.000 (2,08 persen) dan terakhir Pemkab Tanah Bumbu Rp 24 miliar atau 2,04 persen.(jejakrekam)

Penulis : Fahriza

Editor  : Didi GS

Foto     : Fahriza