Minim Seniman, Film Antasari Rekrut Pemain Jakarta

KISAH perjuangan Pahlawan Pangeran Antasari yang akan disajikan dalam Film Perang Banjar berjudul Haram Manyarah, merupakan kesempatan bagi talenta-talenta Banua untuk tampil di layar kaca nasional. Sebab, film kolosal tersebut akan diputar secara nasional.  Jumlah pemain yang diperlukan juga cukup banyak. Sehingga, para pemain dari Kalsel terutama yang berlatar belakang teater bisa terlibat.

NAMUN, setelah open casting pemilihan secara terbuka, Rabu (5/10) justru minim diikuti pemain teater senior dan jajaran sutradara sudah menentukan para pemain hasil open casting. “Yang mendaftar lebih dari 300 orang, yang diterima sekitar 40-an orang. Memang masih didominasi pemain teater,” jelas penggas Film Perang Banjar, Yadi Maryadi.

Menurut  Yadi, kebanyak yang ikut adalah pemain teater junior dengan jam terbang 3-4 tahun. Sedangkan pemain teater senior yang sudah berpengalaman banyak yang tidak ikut casting. Oleh karena itu, Ketua Sanggar Teater Kita Banjarmasin ini sedikit kecewa.

“Harapan awal kami pemeran di film tersebut didominasi pemain teater senior dan mereka yang akan menjadi pemeran utamanya,” kata Yadi. Tapi, lanjut dia, karena hasil seleksi tidak ada yang sesuai mau tidak mau akhirnya kami sepakat untuk merekrut pemain profesional dari Jakarta.

“Ini sangat disayangkan karena kesempatan sangat terbuka bagi mereka. Tapi saya bisa maklum, mungkin karena kesibukan atau alasan lain makanya tidak bisa ikut,” tutur Yadi. Dikatakan Yadi, awalnya dirinya membayangkan dalam penggarapan film sejarah tersebut didukung 80 sampai 90 persen seniman lokal berpengalaman. Sehingga, hanya membutuhkan 3 orang pemain dari Jakarta. Namun setelah melihat hasil peserta casting hanya pemain teater junior, maka kebijakan berbeda harus diambil.

PPMI2

Pemain profesional dari Jakarta ditambah menjadi 5 orang. “Bayangan awal yang dari Jakarta cuma 3 orang, tapi melihat hasilnya kualitas pemain lokal tidak meyakinkan,. Akhirnya kami bersepakat ambil dari Jakarta lagi,” tuturnya seraya menambahkan syuting awal akan dilaksanakan tanggal 18 Oktober mendatang dengan lokasi terbanyak di Kiram Kabupaten Banjar.

Film yang diproduseri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel ini digarap sutrada Irwan Siregar, serta menggandeng rumah produksi MD Entertainment. Dan dana yang digelontorkan untuk ukuran film kolosol cukup minim, yakni  Rp 3 miliar.(jejakrekam)

Penulis      :Wan Marley

Editor        :Fahriza

Foto          :Wan Marley

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Minim Seniman, Film Antasari Rekrut Pemain Jakarta