Dirgahayu

Salah Satu Terkena OTT KPK, Dirut PDAM Bandarmasih

NASIB apes melanda kalangan  di Kota Banjarmasin. Pasalnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beraksi. Sesungguhnya, di sejumlah kabupaten/kota/provinsi lingkungan wilayah Kalimantan Selatan sudah lama ditarget, Namun Jumat “Keramat” inilah yang menjadi awal persaksian.
KOMISI Pemberantasan Komisi (KPK) menangkap Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ir H Muslih serta 2 orang oknum anggota DPRD Kota dan 1 orang kontraktor pada Jumat dinihari (15/09/2017)
Mereka diduga terkait proses pembahasan penyertaan modal untuk perusaan air minum itu, yang beberapa waktu lalu di sidang Paripurnakan di Kantor DPRD Kota Banjarmasin Jalan Lambung Mangkurat.
Sekdako Banjarmasin Hamli Kursana dikonfirmasi dalam acara Fasi X di halaman Sabilal Muhtadin membenarkan Direktur PDAM kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) beserta beberapa anggota dewan, “Malam tadi saya mencoba ke Krimsus Polda, tapi belum bisa ketemu,” ujar kepada wartawan jejakrekam.com
Di tempat yang sama Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan setelah saya dengar dari pak sekda tadi malam saya  langsung mengucapkan innalilahi. “Dan saya sangat menyayangkan kejadian ini bahkan merasa prihatin, tapi selanjutnya kita tunggu saja perkembangannya,” kata alumni Universitas Lambung Mangkurat ini.
Ibnu Sina tidak memungkiri, bahwa beberapa hari yang lalu ada sidang paripurna dan dalam pembahasan itu memang ada penyertaan modal untuk PDAM Banjarmasin sebesar Rp1 Triliun. “Apakah menyangkut masalah ini,” tanyanya.
Selanjutnya beber Ibnu, yang bersangkutan apabila nantinya memang benar bersalah maka akan diambil tindakan tegas yakni pemberhentian dengan tidak hormat.
Infornasi yang diterima menyebutkan bersangkutan menerima suap sebesar Rp500 juta dan saat ini diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  dan barang bukti serta yang bersangkutan masih di Krimsus Polda Kalsel. (jejakrekam)

Penulis : Asyikin
Editor : Afdi Achmad
Foto : Net