Ormas Diajak Tumbuhkan Paham Kebangsaan

KEBERADAAN organisasi kemasyarakatan (Ormas) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) dituntut tidak hanya menjadi pengkritik kebijakan pemerintahan. Namun jauh dari itu semua, Ormas juga bisa berperan untuk kebangsaan.

KARENA itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, akan memaksimalkan peranan Ormas dalam menumbuhkan nilai kebangsaan masyarakat. Dengan tumbuhnya paham kebangsaan, maka menurut Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Taufik Sugiono, paham-paham radikalisme dan anti pancasila bisa dicegah.
”Diharapkan Ormas optimal memiliki struktur kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap peran wawasan kebangsaan. Supaya pristiwsa seperti saat ini munculnya organisasi aliran keras tidak terjadi, lebih bagus mencegah,” ujar Taufik disela kegiatan Inovasi Perubahan Bergerak Siaga Ormas, Kamis (31/8/2017) lalu.
Ia menjelaskan, secara legitimit saat ini ada 4 Ormas di Kalsel yang mengantongi payung hukum dari Kementerian Dalam Negeri. Yaitu Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris (FKPT), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Pembaruan Kebangsaan. Selain 4 Ormas yang diakui secara nasional ini, juga ada 14 lainnya yang memenuhi persyaratan dan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. ”Juga ada 205 Ormas lainnya yang sudah terdaftar,” urainya.
Dikatakan Taufik, saat ini hampir semua Ormas memberikan pemahaman kebangsaan. Hanya saja belum optimal. Untuk itu, lanjutnya, pihaknya mencoba memperkuat kelembahaan Ormas dengan fungsi membantu masyarakat agar tidak terlibat dengan aliran yang bertentangan dengan pancasila.”Cikal bakal aliran keras itu kan karena bertentangan dengan pancasila. Nah kalau ini sudah dikuatkan maka paham-paham radikal bisa kita cegah,” tegasnya.
Pada kesempatan itu selain rapat dengan Ormas juga dilaksanakan Rapat koordinasi penanganan konflik sosial dan Sosialisasi sistem informasi pelaporan rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial (si Lapak PKS) kabupaten kota melalui website. ”Untuk mantan anggota-anggota HTI coba kita inventarisasi lebih prefentif. Kita Dekati mereka agar bisa kembali ke ideologi yang kita inginkan,” tandasnya.(jejakrekam)
Penulis  : Wan Marley
Editor    : Wan Marley
Foto       : Bakesbangpol Kalsel