Ketika Karya Anak Negeri Dihargai di Negeri Orang

NAMA Ricky Elson kini tenar di negeri orang. Jepang dan Malaysia berlomba mengaget putra Minang yang berhasil mengembangkan mobil listrik diberi nama Selo dan Gendhis itu berhasil membuka mata dunia bahwa Indonesia bisa melahirkan kembali BJ Habibie yang baru.

PENGAMAT teknik asal Fakultas Teknik Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Syekh Muhammad Arsyad Albanjary Banjarmasin, Adhi Surya Said mengaku miris ketika mobil listrik ciptaan Ricky Elson itu justru diburu dua negara Jepang dan Malaysia untuk menjadi produk negeri itu.

“Sosok Ricky Elson ini mengingatkan kita dengan sejarah BJ Habibie yang karyanya justru diakui Jerman. Seharusnya, putra terbaik semacam Ricky Elson ini mendapat tempat khusus di negeri ini, jangan sampai justru diambil negara lain,” ucap Adhi Surya Said kepada jejakrekam.com, Minggu (6/8/2017).

Menurutnya, jabatan penting yang diberikan Jepang kepada Ricky Elson sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Permanen Magnet Motor dan Generator NIDEC Coorporation, Kyoto adalah bukti karya anak negeri ini diakui negara semaju Jepang tersebut.

Sekarang Malaysia juga tengah memberi tawaran yang menggiurkan kepada pria kelahiran Padang 11 Januari 1980 itu. Menurut Adhi Surya Said, penemuan Ricky Elson dengan adanya 14 teori motor listrik malah sudah dipatenkan Jepang, bukan Indonesia sebagai tanah kelahirannya. “Ini jelas memiriskan kita. Kenapa anak-anak negeri yang punya prestasi semacam Ricky Elson itu seakan tak mendapat tempat di negeri ini?” cecar magister perencanaan wilayah urban Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Menurut Said, dari pengakuan Ricky jelas izin yang belum juga terbit untuk mobil listrik bernama Selo dan Gendhis dari pemerintah Indonesia, padahal dukuangna sudah diberikan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan hingga menyematkan gelar ‘Putra Petir” ala superhero Indonesia, Gundala.  “Seharusnya, Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) itu tak menggantung izin karya anak negeri semacam Ricky Elson. Jangan sampai justru diambil negara lain,” cetusnya.

Bandingkan, menurut dia, di era Dahlan Iskan, justru memberi kepercayaan kepada seorang Ricky Elson untuk melakoni serangkaian penelitian di Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin. Terbukti, karya putra Minang ini  berupa kincir angin untuk kelas 500 watt peak merupakan rancangan terbaik di dunia.

“Kecintaan Ricky Elson yang rela hidup sederhana di Indonesia demi membimbing mahasiswa untuk berkarya bagi negeri, dibandingkan fasilitas dan penghasilan wah yang ditawarkan Jepang. Termasuk, pengorbanan Ricky Elson jauh dari keluarga, khususnya listrik demi mewujudkan pembangkit listrik murah dan ramah lingkungan bagi Indonesia. Hal semacam ini patut dihargai,” cetus Surya.

Pernyataan CEO Jawa Pos Grup, Dahlan Iskan yang mempertanyakan izin yang belum terbit dari Kemenristekdikti untuk bus-bus listrik yang mampu mengaspal jarak jauh dari Jakarta-Bandung, Yogyakarta-Jakarta diakuri Surya Adhi Said. Menurutnya, selama ini, pemerintah selalu berkilah mobil-mobil tak lulus uji emisi, sedangkan Jepang yang terkenal dengan industri otomotifnya malah menerima.

“Ada apa dengan negeri kita ini? Tak heran, mengapa akhirnya Ricky Elson kembali ke Jepang ya dikarenakan Indonesia belum bersahabat dengan hasil-hasil karya seorang putra berbakat semacam dia. Malah Malaysia sekarang justru membujuk Ricky untuk membeli prototipe Selo untuk dikembangkan di sana,” tutur Surya Adhi.

Mengutip akun facebook Ricky Elson, Surya mengatakan nasionalisme yang bersangkutan sangat tinggi dengan tetap menginginkan agar mobil listrik itu tetap  bermerek Made in Indonesia. “Kita berharap masalah Ricky Elson jangan mengulang kisah BJ Habibie yang diakui dunia, khususnya Jerman, namun tak memiliki tempat di Indonesia. Walau beliau sempat menjadi Presiden RI, namun karya beliau justru dikenang dunia. Nah, kita berharap Ricky Elson juga mengharumkan nama Indonesia dengan karya-karyanya itu,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis : Didi G Sanusi

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Mesinbalap.com/FB Ricky Elson