Alim Bachri : Warga Perantau Sulsel Jangan Jadi Parasit

POPULASI warga perantau asal Sulawesi Selatan di Provinsi Kalimantan Selatan, terbilang sangat  besar. Dari hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel pada 2010, tercatat 3.626.616 jiwa atau versi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mencapai total penduduk Kalsel 4.087.776 jiwa. Nah, mayoritas etnis terbesar ketiga di Kalimantan Selatan, setelah suku Banjar dan Jawa adalah Bugis mencapai 2,81 persen yang mendiami pesisir Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, belum termasuk dari suku-suku lainnya berasal dari Sulawesi Selatan.

TAK mengherankan, jika Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Selatan, Prof DR Ahmad Alim Bachri mengingatkan agar warga pendatang yang tinggal dan berakvitas di daerah lain, harus bisa memberi kontribusi bagi daerah yang didiaminya.“Warga Sulawesi Selatan dilarang jadi parasit di Provinsi Kalsel, tapi harus berkontribusi sesuai dengan profesi kita masing-masing,” ucap Alim Bahri, dalam halal bihalal warga Sulawesi Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8/2017) malam.

Guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menegaskan warga pendatang di Kalsel tak sepatutnya menjadi bebab bagi daerah. Sejatinya, menurut Alim, kehadiran warga Sulsel turut menjadi kekuatan bagi membangun Kalsel yang lebih bermartabat.

”Sekarang, ada 600 ribu hingga 800 ribu masyarakat Sulsel yang menetap di Kalsel. Ini merupakan kekuatan untuk pembangunan baik ekonomi daerah, jadi kekuatan sumber daya manusia. Bahkan, dari sisi politis sangat potensial karena memiliki nilai tawar yang baik,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik ULM ini.

Sebagai Ketua KKSS, Alim meminta agar warga Sulsel di Kalsel bisa profesional menjalankan profesi masing-masing. Contohnya, bagi yang menjadi guru maka harus menjadiguru yang baik, begitupula dosen atau pengusaha yang mengabdi bagi daerah yang ditempatinya. “Makanya, ke depan, kami akan mendata seluruh warga Sulsel yang ada di Kalsel. Dengan data yang ada, tentu program untuk memperkuat basis pengabdian warga Sulsesl terhadap Banua Kalsel akan lebih terarah,” kata Alim.

Senada itu. Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat KKSS, Abdul Karim juga berpesan kepada seluruh warga Sulsel untuk membantu daerah domisilinya. ”Di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung, walau dia orang Sulses tapi harus ikut membangun NKRI di tanah Kalsel. Diperkirakan, ada 19 juta warga Sulsel yang berada di luar Sulsel. Kepada Pemprov Kalsel, kami menitipkan warga Sulsel untuk diberdayakan secara maksimal,” tandasnya.

Menjawab hal itu, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menegaskan apapun suku dan bahasanya tetap sama dalam kerangka NKRI, sehingga seluruh masyarakat mempunyai hak yang sama di manapun ia tinggal. ”Bugis Indonesia, Banjar Indonesia, Sulsel Indonesia, Kalsel Indonesia, Sumatera Indonesia. Semuanya sama Indonesia. Jadi tidak perlu ada perselisihan. Jika semuanya damai hidup berdampingan, maka pembangunan bisa lebih maju,” ujar Paman Birin-sapaan akrabnya, disambut gemuruh tepuk tangan.(jejakrekam)

Penulis : Wan Marley

Editor   : Didi GS

Foto     : Iman Satria