Demi NKRI, Watimin Rela Jalan Kaki Keliling Indonesia

BERMODAL tas ransel yang berisi segala keperluan hidup, ditemani dua bendera dwiwarna plus sandal traveling, Watinim (45 tahun) penuh semangat 45 ingin menuntaskan misinya berkeliling Indonesia dengan jalan kaki. Start dari kampung halamannya, Cilacap Jawa Tengah, ada beberapa kota yang telah dilalui pemuda yang ingin menanamkan semangat nasionalisme dari setiap daerah.

MENGENAKAN peci hitam ala pejuang 45 dengan pin bendera kecil merah putih, Watinim mengaku rela melepaskan pekerjaannya sebagai buruh swasta demi berkeliling Indonesia dengan jalan kaki dan membangkitkan kembali pentingnya menjaga negeri ini.

“Saya miris dengan pejabat di negeri ini yang saling menyalahkan, tanpa memikirkan bagaiman nasib Indonesia ke depan. Makanya, saya tergerak dengan aksi jalan kaki keliling Indonesia untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme yang mulai pudar,” ucap Watinim kepada jejakrekam.com, saat melintas di ruas Jalan Brigjen H Hasan Basry, Banjarmasin, Sabtu (5/8/2017).

Ia mengingatkan pentingnya mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tak bisa ditawar-tawar lagi dan telah menjadi harga mati. Dia juga mengajak agar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dipedomani sebagai wawasan kebangsaan, sehingga tak mudah dipecah-belah lagi. “Saya melihat generasi muda juga sekarang kurang menghargai jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Sebagai generasi pelanjut, seharusnya kita mengisi kemerdekaan ini dengan mencintai Pancasila, NKRI dan kebhinnekan yang telah disepakati para pendiri bangsa ini,” cetus Watimin, berapi-api.

Saat beristirahat di depan kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kawasan Kayutangi, Watimin mengungkapkan akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Dia mengakui sudah berjalan kaki sejak 17 Agustus 2016 dimulai dari Aceh, hingga menyeberang ke Pulau Jawa dan Bali  “Dari perjalanan yang hampir setahun ini, sudah 8 provinsi yang saya lewati,” ujar Watimin. Begitu berhasil menginjakkan kaki di Kota Palangkaraya, Watimin berencana akan melanjutkan perjalanannya menuju Pontianak (Kalimantan Barat) hingga nantinya menyeberang ke Batam (Kepulauan Riau).

Untuk keperluan konsumsi, Watimin mengaku terkadang saat melintas di jalan raya, ada beberapa dermawan yang memberi uang atau makanan. “Ada pula beberapa instansi pemerintah daerah yang memberi uang transportasi. Pokoknya, dari 17 Agustus 2016 hingga nanti pada 17 Agustus 2017, berarti sudah setahun saya jalan kaki keliling Indonesia,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis  : Sirajuddin

Editor    : Didi G Sanusi

Foto      : Sirajuddin