Listrik Masuk Desa Dihantui Sengketa Lahan Warga

TAK mudah memang untuk merealisasi target listrik masuk desa yang jadi andalan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Indonesia. Faktanya, di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, kendala infrastruktur serta sengketa dengan pemilik lahan masih mengemuka.

SAAT ini, ada beberapa desa yang telah teraliri setrum dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), seperti Desa Sikuy, Kecamatan Teweh Baru dan sebagian wilayah Kecamatan Lahei Barat.

“Target pemerintha pusat memang harus diwujudkan agar listrik masuk desa ini benar-benar terealisasi. Jadi seluruh wilayah bisa teraliri listrik PLN. Hanya kendala yang dihadapi adalah jalan untuk armada pengangkut material hingga tembus ke desa,” ujar Kepala PLN Rayon Muara Teweh, Permono Gunawan kepada jejakrekam.com,  Selasa (11/7/2017).

Menurutnya, mobilitas tinggi memang perlu dalam pemasangan jaringan listrik seperti tiang beton yang butuh armada angkutan besar. Tak hanya itu, Permono juga menyebut adanya klaim masyarakat khususnya lahan yang digunakan jalur tiang untuk dilewati serta tanam tumbuh dia tas lahan tersebut. “Sebagai contoh di Kecamatan Gunung Timang arah Montallat, ada beberapa desa yang dilewati, namun sampai sekarang masih terkendala lahan, karena ada masyarakat yang meminta ganti rugi. Akibat kendala ini, di wilayah itu, sudah kami tarik alat-alat karena adanya sengketa lahan dari warga,” tuturnya.

Apalagi, menurut Permono, PLN juga menggandeng pihak ketiga melalui tender untuk pemasangan jaringan listrik seperti tiang beton hingga pelosok desa. “Sementara tugas kami hanya melakukan pengawasan dan membantu sosialisasi kepada masyarakat bersama pemerintah daerah. Jujur, untuk pembayaran ganti rugi lahan, kami tak punya dana. Beda dengan waktu pemasangan jalur transmisi,” pungkas Permono.(jejakrekam)

Penulis : Syarbani

Editor   : Agus Salim

Foto     : Syarbani

 

 

 

Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time