Padi Menguning, Anjir Serapat Panen Lebih Awal

DI TENGAH kekhawatiran gagal panen dengan tingginya curah hujan, justru sebaliknya para petani di Desa Anjir Serapat Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, mulai menanti masa panen, setelah padi di sawah mulai menguning.

BUTIRAN buah padi yang keluar dari sela dedadaunan di areal persawahan milik petani di Desa Anjir Serapat Baru yang mulai menguning itu, pertanda baik bahwa varietas padi lokal unggulan ini sudah siap dipanen.

Itu artinya Kabupaten Barito Kuala, akan mengalami musim panen terawal, dibanding daerah laiinya yang memiliki lahan tadah hujan yang sama. Seperti Kabupaten Banjar, saat ini sebagian lahan persawahannya masih tinggi debit airnya dan bisa mengancam pertumbuhan padi.

Menurut Sopian,  petani DEsa Anjir Serapat Baru, intensitas curah hujan yang sedang-sedang saja, sangat membantu proses pembuahan, sehingga bisa dilihat hampir disetiap hamparan sawah milik petani, bulir padi mulai menguning.“Alhamdulillah, nampaknya hasil padi tahun ini bagus,” ucap Sopian kepada jejakrekam.com, Senin (5/6/2017).

Sementara itu, Kepala Desa Anjir Serapat Baru Akhmad Yani, menjelaskan seperti areal tadah hujan lainnya, varietas padi yang ditanam petani di desa ini adalah jenis padi lokal, seperti siam, dan menempatkan Anjir Serapat Baru dan sekitarnya sebagai kawasan penyanggah pangan di Kabupaten Barito Kuala.

Tak hanya itu, jenis beras yang dihasilkan dari kawasan Anjir, sangat disukai masyarakat di Kalimanta Selatan dan daerah lainnya di Kalimantan, karena citra rasanya enak dan empuk di lidah.Selain itu, hasil produksi yang dihasilkan juga cukup tinggi. “Dalam satu borongnya, minimal bisa menghasilkan 10 belik gabah kering,” terang Yani.

Disinggung, soal beralihnya sistem pola tanam dari 1 tahun menjadi 2 tahun, para petani mengatakan tidak menjadi masalah. Hanya saja, jika musim tanam dilakukan tidak serentak, maka serangan hama tikus tidak bisa dihindari lagi. “Faktor lainnya adalah dukungan yang bersinergi antara petani dan instansi terkait harus disatukan, termasuk regulasi aturan main perimaan fasiltas pertanian bagi kelompok tani, harus dipahami oleh petani,” beber Yani.(jejakrekam)

Penulis : Muji Setiawan

Editor   : Didi G Sanusi

Foto     : Muji Setiawan