Mofit Bilang untuk Karier, DPRD Duga Sudah Tak Nyaman

IKUTNYA empat aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Palangkaraya dalan seleksi Jabatan Tinggi Pratama (JTP) yang digelar Pemprov Kalimatan Tengah, tidak dipermasalahkan oleh pimpinan daerah di  Kota Cantik.

“PADA hakikatnya Pemerintah Kota Palangkaraya memberikan kesempatan, apabila ada ASN yang berminat untuk memanfaatkan kesempatan itu. Itu hak mereka untuk berkarier sebagai PNS,” kata Wakil Walikota Palangkaraya Mofit Saptono Subagio, di Palangkaraya, Sabtu (20/5/2017).

Ia menilai seleksi yang dilakukan Pemprov Kalteng melalui prosedur dan tahapan yang transparan, sehingga nantinya pejabat yang menduduki posisi yang dilelang, memang hasil terbaik. Sebagai wakil walikota, Mofit merasa bangga karena ada ASN dari Kota Palangkaraya, yang mempunyai kapabilitas untuk mengisi jabatan di lingkungan Pemprov Kalteng.

Suara berbeda justru terdengar dari mulut Ketua DPRD Palangkaraya, Sigit K Yunianto. Ia menilai dengan keikutsertaan ASN tersebut, khususnya yang masih memegang jabatan di Pemkot Palangkaraya, mengindikasikan sudah tidak ada kenyamanan lagi bekerja di lingkungan pemerintahan ibukota Provinsi Kalteng itu.

“Kalau dia itu menerima ikhlas, maka dia harus mengoptimalkan kinerjanya di mana dia sekarang berada. Tapi kalau dia sudah ke sana ke mari, berarti sudah tidak nyaman bekerja di pemerintah kota,” ujarnya. Legislator PDIP ini mendesak agar Pemkot Palangkaraya segera melakukan evaluasi terhadap ASN yang mengikuti seleksi jabatan itu. “Apalagi, jika ternyata kinerjanya masih belum baik,” ujarnya.

Beberapa pejabat yang ikut seleksi di Pemprov Kalteng seperti Enon dan Norma Hikma dengan jabatan yang dilamar Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kalimantan Tengah. Sedangkan, Kandarani, melamar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah serta Affandie melamar sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kalteng.

Padahal saat ini Norma Hikmah, masih menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palangkaraya. Begitu juga Affandie, notabene masih Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangkaraya. Berbeda halnya dengan Kandarani, yang merupakan Plt Sekda Kota Palangkaraya dan Enon sudah lama non job.

Plt Sekda Kota Palangkaraya, Kandarani mengaku keikutsertaan dalam seleksi tersebut, dilatarbelakangi karena ingin lebih mengembangkan potensi diri dan ilmu dimilikinya, agar bisa lebih bermanfaat secara luas.  “Bukan karena tidak ada kepastian, karena saya sudah cukup lama menjabat Plt Sekdakot Palangkaraya,” kata Kandarani, yang meniti karier sebagai PNS sejak 1980 di lingkungan Pemprov Kalteng.(jejakrekam)

Penulis   :  Tiva Rianthy

Editor     :  Didi G Sanusi

Foto        :  Dokumentasi