Harga Sembako Mulai Merangkak Naik

MERANGKAK naik. Beberapa komoditas sembako terus tergerek harganya sepekan menjelang datangnya bulan Ramadhan 1438 di daerah, termasuk di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

PANTAUAN di  Pasar Pendopo Muara Teweh yang menjadi pusat penjualan sembako, beberapa pedagang mengakui terjadi kenaikan harga beberapa produki, khususnya yang didatangkan dari Pulau Jawa. “Harga bawang putih yang cukup naik dari sebelumnya hanya 40 ribu kini menembus Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah belum terjadi perubahan harga, tetap normal Rp 40 ribu per kilogram,” ujar H Rahmah, pedagang sembako ini kepada jejakrekam.com, di Muara Teweh, Minggu (21/5/2017).

Ia mengaku hanya gula pasir yang mengalami kenaikan harga dari Rp 600 ribu per sak isi 50 kilogram menjadi Rp 610 ribu per sak. Rahmah mengatakan harga itu berlaku di tingkat distributor. “Kami tidak menaikan harga, tetap menjual Rp 13 ribu per kilogram. Sebetulnya, kalau terjadi kenaikan di tingkat distributor, terpaksa kami juga menaikkan di harga eceran,” ujarnya.

Bukan hanya bawang putih, telor ayam buras jika sebelum dipatok Rp 19 ribu, kini dibandrol Rp 22 ribu per kilogram. Begitupula, telor bebek dari Rp 2.150 per biji, sekarang dihargai Rp 2.500. “Sedangkan, minyak goreng belum terjadi kenaikan. Begitupula, susu kaleng, kerupuk dan beras unus sama seperti biasa harganya,” tutur Rahmah lagi.

Untuk ayam potong di pasar terbesar di Kota Muara Teweh, H Mardi  yang merupakan salah satu pedagang juga mengungkapkan harga ayam potong masih normal Rp 35 ribu per kilogram, pun ayam kampung dipatok Rp 65 ribu. “Namun, harga tetap terjadi perbedaan, terutama untuk rumah makan dan restoran, tentu ada pemotongan harga, karena merupakan pelanggan tiap hari. Sedangkan, untuk penjualan eceran memang ada kenaikan harga sedikit,” beber H Mardi. Menurutnya, pasokan ayam yang didatangkan dari Kalimantan Selatan juga mengalami kenaikan harga. “Kalau di tingkat distributor naik, tentu harga di tingkat eceran pun ikut naik,” katanya.

Sedangkan untuk harga daging sapi masih menggunakan harga lama Rp 140 ribu per kilogram. “Untu sapi kebanyakan didatangkan dari Kalimantan Selatan yang kemudian dipotong rumah pemotongan sendiri,” kata Jian, seorang pedagang daging sapi di Pasar Pendopo, Muara Teweh.(jejakrekam)

Penulis  : Syarbani

Editor    : Didi G Sanusi

Foto       : Syarbani