RA Tadibul Amin Tingkatkan Hafalan Tahfiz Quran

RAUDHATUL Athfal (RA) Islam Terpadu Tadibul Amin Banjarmasin terus melahirkan generasi berprestasi dan berakhlak yang baik sesuai ajaran agama Islam.

TERBUKTI lulusan RA Islam Terpadu Tadimul Amin Banjarmasin ini mampu menghafal dan membaca Tahfiz Alqur’an dengan baik sesuai program pendidikan yang diajarkan kepada anak-anak berusia dini ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Raudhatul Athfal (RA) Islam Terpadu Tadibul Amin Banjarmasin, Hj Sabariah. Ia mengatakan ke depan akan lebih banyak lagi memberikan pendidikan Tahfiz Al Quran bagi anak didiknya.

“Ke depan, kami akan lebih banyak lagi mempelajarkan kepada anak-anak kami pendidikan Tahfiz Al Quran, selain pelajaranlainnya, ” ujar Hj Sabariah, di sela acara milad ke-15 dan perpisahan siswa angkatan ke-14 RA Islam Terpadu Tadibul Amin Banjarmasin tahun ajaran 2016-2017 di RM Dcost di Banjarmasin, Sabtu (20/5/2017).

Ia berpesan kepada anak-anak yang lulus agar lebih giat lagi belajar dan membawa nama baik sekolah RA Islam Terpadu Tadibul Amil yang lebih baik. Menurutnya, selama mereka masih menjadi siswa RA Tadibul Amin, maka banyak mendapat pendidikan terutama ilmu agama Islam yang benar dari para bunda pengajarnya. Tak hanya itu juga diajarkan ilmu pendidikanlainnya baik berupa baca tulis, berhitung bahkan shalat. “Bahkan sekarang sudah ada anak yang bisa menghafal bahasa arab dan bahasa Inggris,”jelasnya.

Sekolah RA Islam Terpadu Tadibul Amin yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kota Banjarmasin setiap tahunnya mampu menampung puluhan siswa di sekitar sekolah dan lainnya. Untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya, tentu saja harus mendapat dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Kanwil Kementerian Agama Kalimatnan Selatan, terutama kepada guru atau bunda-bunda pendidikannya yang masih ada belum mendapat sertifikasi guru.

“Alhamdulillah di tempat kami sudah ada 5 guru dari 13 guru yang mendapat sertifikasi guru dari pemerintah. Mudah-mudahan ke depan semua guru yang ada di RA Terpadu Islam Tadibul Amin ini mendapatkan sertifikasi guru dari pemerintah. Hal tersebut wajib dipenuhi untuk dapat menjadi guru di tingkat RA ini,” tuturnya.

Menurut Sabriah, untuk bisa diterima di RA Tadibul Amin ini memang ada persyaratan. Salah satunya tes kemandirian, selain baca dan tulis. Namun paling penting calon siswa harus mendapat tes kemandirian maksudnya siswa tidak dijaga orang tuanya harus bisa sendiri. “Tapi untuk awal masuk dipersilakan bagi orangtuanya menunggu, tapi hanya selama 10 hari setelah itu anak akan sendiri bersama guru-gurunya di sekolah. Tahun ini kami meluluskan 25 orang laki-laki dan 20 orang perempuan,”jelasnya. Sedangkan siswa baru yang sudah mendaftar sekarang ini ada sebanyak 80 siswa, itupun masih diseleksi dan menjalani tes kemandirian dulu.

Salah satu orangtua murid, Rudi Setiawan, mengakui selama anaknya duduk sebagai siswa di RA Islam Terpadu Tadibul Amin Banjarmasin. Dulunya, tidak bisa membaca, menghitung dan menghafal bacaan Alqur’an, kini sudah bisa membaca bahkan hafal beberapa ayat suci Al-Furqan. “Saya sangat berterima kasih sekali dengan pihak kepala dan bunda pengajar di RA Islam Terpadu Tadibul Amin yang sudah memberikan pendidikan yang baik kepada anak kami. Ke depan semoga semakin maju,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis   : Afdi NR

Editor    :   Afdi NR

Foto       :   Afdi NR

 

Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time