Berburu Kuliner, Kangen-Kangenan ala Angkatan 92 SMP Santa Maria Banjarmasin

TAK terasa sudah 25 tahun tak bersua. Rasa kangen yang mendalam itu akhirnya tertumpah pada Minggu (30/4/2017). Satu hari itu pun dimanfaatkan para alumni untuk berkangen-kangenan dengan berburu kuliner khas di Banjarmasin demi mengobati rasa rindu kepada tanah kelahiran.

BERTAJUK bekawal salawasan kada sing pagatan (berteman selamanya tanpa harus putus), jadilah reuni angkatan 92 SMP Santa Maria ini menjadi berkesan. Sekolah unggulan di Jalan RK Ilir, Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan, memang dikenal dengan jebolannya yang sukses di berbagai bidang.

Makanya, sehari pun penuh sejak pagi hingga malam hari, sedikit 90 alumni SMP Santa Maria ini berburu kuliner. Berawal dari coffeeshop di Mitra Plaza Banjarmasin, dilanjutkan rekreasi bersama di Taman Labirin Pelaihari, dan Pantai Takisung di Kabupaten Tanah Laut, pulang menyantap kuliner khas Banjar di Rumah Makan Rudy H di Jalan Achmad Yani Km 10, Soto Basun dan berakhir di Intro Bistro Hotel TreePark Banjarmasin, menjadi wadah silaturahmi para jebolan SMP Santa Maria ini.

“Dalam sehari ini, setidaknya lima kali, kami menyantap kuliner khas Banjar dan lainnya. Besoknya (Senin, 1/5/2017), kami berencana naik klotor berkunjung ke Pasar Terapung Banjarmasin,” ujar Holly, salah satu panitia reuni angkatan 92 SMP Santa Maria kepada jejakrekam.com, Minggu (30/4/2017).

Holly bercerita para jebolan SMP Santa Maria Banjarmasin kini menyebar seantero. Ada yang tinggal di Australia, Probolinggo, Bandung, Tuban, Jakarta dan Surabaya, termasuk tentu saja di Banjarmasin. Mereka juga banyak yang telah meraih sukses, seperti menjadi pengusaha, make up artis, hingga penulis buku. “Untungnya sekarang dengan media sosial (medsos) seperti facebook dan whatsapp (WA), jadi semua bisa terkumpul seluruhnya. Dari tiga kelas A, B dan C, syukurnya bisa terkumpul semua. Sebab, pangling, tapi lama kelamaan akhirnya bisa mengingat nama satu per satu,” kata Holly, dengan raup cerita.

Iklan Samping 300×250

Senada Holly, Djulia Hermanto pun mengaku sangat girang bisa bertemu kawan lama yang sudah puluhan tahun tak bertemu. Ia pun ingat ketika masih duduk di bangkus SMP, masih kurus-kurus. “Sekarang sudah melar-melar, istilahnya sudah makmur-makmur. Yang tadinya lupa, sekarang jadi ingat,” kata Djulia Hermanto.

Baik Holly maupun Djulia Hermanto pun berharap para reuni atau kegiatan lainnya ke depan, akan didesain kegiatan berbau sosial, seperti membantu kawan yang lagi kesusahan, serta sungkem kepada guru yang telah mendidik di bangku sekolah. Terlebih lagi, Holly mengaku dengan data yang ada, seluruh nama alumni seangkatan bisa dikumpulkan.

“Kami tidak pernah lupa dengan budaya Banjar. Makanya, dalam acara reuni, kami juga mengenakan baju sasirangan.  Dalam berinteraksi, kami juga selalu menyelipkan bahasa Banjar. Ini bentuk kecintaan kami terhadap Banua,” tandas Djulia Hermanto.(jejakrekam)

Penulis  : Didi G Sanusi

Editor    : Didi G Sanusi

Foto      : Dokumentasi Holly

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.