Dirgahayu

Kembangkan Rute Pendakian Khusus di Objek Wisata Gunung Sialing

PANORAMA pegunungan khas Kalimantan dengan batu cadas, membuat kawasan Gunung Sialing yang ada di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan kini tengah dibidik menjadi destinasi wisata baru. Ada kekhasan Gunung Sialing yang bisa ditempuh dengan jarak darat dari ibukota Kabupaten Tabalong, Tanjung sejauh 41 kilometer atau dari ibukota Kecamatan Haruai sejauh 12 kilometer.

KAWASAN Gunung Sialing ini berbatasan sebelah utara dengan Desa Bijai, Nyali dan Muara Uya. Sedangkan, sebelah kanan berdekatan dengan Desa Hayup atau PT Astra Haruai. Sebelah timur dengan Desa Uwie, Muara Uya dan sebelah barat dengan Desa Trantarip Kampung, Kecamatan Bintang Ara. Untuk menuju ke lokasi wisata pegunungan dengan hamparan pepohonan nan hijau ranum, akses jalan beraspal, hanya sebagian belum beraspal sepanjang 6 kilometer dan harus melewati dua buah desa yakni Desa Hayup dan Desa Danau.

“Kami berencana akan mengembangkan Gunung Sialing ini menjadi objek wisata untuk menarik para pelancong datang ke Kabupaten Tabalong,” ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tabalong, H Zain Ramali kepada jejakrekam.com di Tanjung, Senin (24/4/2017).

Menurut Zain, objek wisata Gunung Sialing akan didesain menjadi destinasi wisata dengan minat khusus yang menjadikan berbeda dengan  objek wisata lainnya. “Dari informasi yang didapat dari orang-orang yang telah berhasil naik hingga ke puncak, ternyata dari Puncak Sialing mereka dapat menyaksikan keindahan Kota Tanjung,” ucap mantan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Tabalong ini.

Dengan menawarkan konsep objek wisata minat khusus, Zain mengatakan kawasan Gunung Sialing bisa disiapkan berbagai fasilitas khusus seperti olahraga yang memacu adrenalin seperti membuat rute khusus sehingga wisatawan bisa ditantang berhasil mendaki hingga ke puncak.

“Untuk wisata ini, tentu yang menjadi sasaran adalah wisatawan yang suka berpetualang seperti pencinta alam dan pendaki gunung. Kami saat ini sudah menyusun desain pengembangan untuk kawasan Gunung Sialing,” tutur Zain.

Agar kawasan wisata Gunung Sialing dikelola dengan baik, baru-baru tadi Bupati Tabalong Anang Syakhfiani telah mengukuhkan Kelompok Sadara Wisata (Podarwis) di Desa Sialing. Selain itu, menurut Zain, dalam rencana Bupati Tabalong akan menjadikan kawasan Sialing menjadi hutan buah. “Ya, hutan yang ada di kawasan Gunung Sialing akan dikembangkan menjadi htuana buah. Makanya, kami meminta masyarakat untuk menyediakan lahan untuk bibit pohon buah yang disediakan Pemkab Tabalong,” tuturnya.

Untuk pengelolaannya, Zain mengatakan Pokdawaris Desa Sialing yang merupakan para relawan dari masyarakat desa setempat akan ditugaskan, sehingga para pemilik lahan serta relawan bisa menerapkan pola bagi hasil untuk hutan buah tersebut. “Kalau semua ini terwujud, tentu kesejahteraan masyarakat setempat akan lebih baik lagi. Memang, pengembangan Gunung Sialing sebagai objek wisata masih dalam tahap perencanaan. Saat ini, kami masih terus mengkaji secara seksama,” ujarnya.

Zain mengakui saat ini, Pemkab Tabalong memang tengah fokus untuk pengembangan objek wisata wilayah perkotaan seperti  kawasan wisata Tanjung Puri. Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat untuk pengembangan program destinasi wisata di Kabupaten Tabalong. “Kami juga sangat merespon antusiasme warga sekitar kawasan Gunung Sialing untuk mengembangkan kawasan itu menjadi objek wisata minat khusus,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis   : Hery Yusminda

Editor    : Didi G Sanusi

Foto      :  Blogger Visit Tabalong