Dirgahayu

Berbisnis Kos-Kosan, Tanpa Harus Meninggalkan Rumah

MEMBERIKAN seluruh waktu untuk anak dan keluarga kadang terasa lebih bernilai dan memuaskan ketimbang harus berjibaku dengan dunia kerja. Usaha sampingan yang mampu menjanjikan hasil memuaskan isi kantong pun kerap dipilih ibu rumah tangga, terlebih tanpa harus meninggalkan rumah.

BERAGAM bisnis pun kini dilakoni para kaum hawa untuk menambah pundi-pundi rupiah. Tentunya, tanpa mengesampingkan tugasnya sebagai ibu dari buah hati yang tak mungkin ditinggalkan hanya karena pekerjaan yang menyita waktu di luar rumah.

Seperti yang dijalankan wanita bernama Atini ini. Ia mantap memilih bisnis kos-kosan lantaran tak ingin jauh dari anak-anaknya. Menurut Tini, begitu biasa wanita murah senyum ini disapa, bisnis sewa kamar di rumah tersebut sangat cocok bagi para ibu rumah tangga yang tetap komitmen betah berada di kediaman tanpa harus diganggu kesibukan seperti bekerja di luar.

Bagi Tini, bisnis kos-kosan cukup menjanjikan. Terlebih di Kota Seribu Sungai yang menjadi pusat perkantoran bisnis dan lembaga pendidikan tinggi. “Seperti diketahui, penghuni kos kebanyakan mahasiswa atau karyawan. Mereka inilah pangsa pasar utama bisnis kos-kosan,” tutur wanita yang memiliki kos-kosan di Jalan Sultan Adam, Komplek Mahligai No 43 RT 12, Banjarmasin Utara ini kepada jejakrekam.com, Sabtu (15/4/2017).

Banyaknya mahasiswa dan karyawan yang berasal dari luar daerah menjadikan sasaran pebisnis kos-kosan bersaing untuk meraup peluang ini. Tini pun menyadari akan ketatnya persaingan tersebut. Maka dari itu, ia tak mau setengah-setengah terjun membuka bisnis sewa kamar. Setiap kosnya memberikan fasilitas lengkap dengan tarif fleksibel sesuai budget dari sang calon konsumen yang berminat.

“Modal saya sendiri boleh dibilang cukup minimalis. Awalnya usaha ini saya jalankan hanya dengan memanfaatkan bagian rumah yang bisa dibikin beberapa kamar untuk disewakan,” ungkap Tini. Ia menceritakan awal mulanya ia berbisnis kos-kosan hingga berkembang sampai sekarang.

Bisnis rumah kos hanya membutuhkan manajemen yang sangat sederhana, sehingga semua orang bisa melakukannya. Yang menjadi kendala, kata Tini, adalah pendanaan saat akan membangun rumah kos tersebut. Apalagi jika ingin mendirikan rumah kos yang letaknya di daerah strategis seperti dekat fasilitas umum, tengah kota, perkantoran, sekolah, dan lain sebagainya. Karena pada umumnya harga tanah di daerah tersebut sudah selangit.

“Bagi yang punya modal, bisa berinvestasi dalam skala besar dengan memulai dari nol yaitu mendirikan bangunan sesuai dengan lokasi yang diinginkan. Kemudian dikelola secara profesional. Tentu prospek ke depan pun bagus, karena selain penghasilan yang terus mengalir, jangka panjangnya bisa menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai harga jual lahan tempat kosnya berdiri,” papar ibu dari dua putri cantik bernama Sonia (12) dan Shabhana (6) ini.

Impian berbisnis rumah kos oleh single mother ini ternyata muncul ketika melihat kesuksesan sang orangtua dengan Hotel Andalas-nya. Ya, hotel yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Banjarmasin itu termasuk jajaran hotel tua yang dirintis orangtuanya sejak tahun 1980-an. “Nasehat dari orangtua dalam berbisnis itu mesti sabar dan bijaksana. Sembari kita tetap bisa menikmati hidup, apapun itu bisnisnya ya dijalani dengan senang hati dan enjoy,” pungkas alumni SMA PGRI 6 Banjarmasin ini.(jejakrekam)

Penulis  : Firman

Editor    : Firman

Foto       : Firman