Media Sosial Pengaruhi Pola Tingkah Laku Masyarakat

MEDIA MASSA menjadi kekuatan kelima dalam rangka membangun dan memperkenalkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan begitu, apapun yang disampaikan media ke masyarakat, dampaknya sangat luar biasa.

“NEGARA ini kuat kalau sinergitas kita bangun. Kalau secara nasional kita lihat kemarin, presiden menyampaikan 4 pilar yang harus dijaga,”kata Direktur Intelkam Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Agus Raharja saat ramah tamah dengan antara Kapolda Kalteng dengan insan pers, di Aula Bhayangkara, Senin (03/04/2017).

Agus Raharja didampingi Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, AKBP Pambudi Rahayu mewakili Kapolda Brigjen Pol Anang Revandoko, yang mendadak tidak jadi bertatap muka langsung dengan awak media, karena ada agenda di luar jadwal.

Agus tak memungkiri, keberadaan media sosial dari luar, sangat mempengaruhi pola tingkah laku masyarakat secara umum, sehingga angka kriminalitas maupun kejahatan narkoba meningkat. “Perilaku anak-anak kita, generasi penerus kita, sangat dipengaruhi oleh media sosial yang sangat tidak diharapkan oleh kita. Bagian yang paling dekat dan mudah untuk men-counter media yang tidak mendidik ya rekan-rekan sekalian,”ujarnya.

Selama ini,  Agus mengaku jajaran Polda Kalteng merasa sangat terbantu dengan keberadaan media cetak, online dan elektronik, yang telah menyajikan berita dan informasi kepada masyarakat, sehingga Polri dapat selalu memperbaiki dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

“Melalui silaturrahmi inilah kita dapat saling tukar pikiran. Tidak usah-usah memberikan kritik, karena kita butuh masukan. Secara internal kita lakukan bagaimana pelayanan publik kita tingkatkan dari hari ke hari,”ucapnya.

Ditegaskannya, untuk pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),  maupun Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), birokrasi dipermudah dan tidak berbelit-belit. Begitu juga dengan biaya, lebih murah. Begitupula, penerimaan anggota Polri, yang saat ini sedang berlangsung juga telah dilakukan secara transparan dan diumumkan online, agar masyarakat tidak lagi beranggapan, masuk polisi harus mengeluarkan biaya yang banyak.

“Jadi penerimaan polisi gratis. Kalau ada yang bermain-main dengan itu risikonya berhadapan dengan hukum, siapapun itu, sehingga nantinya akan dapat masyarakat yang menjadi generasi polisi yang lebih baik,”imbuh Agus.(jejakrekam)

Penulis  :  Tiva Rianthy

Editor    :  Didi G Sanusi

Foto      :  Tiva Rianthy