Dalam Waktu Dekat Kecamatan Paramasan Punya SMA

SENGKETA tapal batas antara Kabupaten Banjar dengan Tanah Bumbu, beberapa tahun silam, persisnya di Kecamatan Paramasan sempat mencuatkan daerah yang terisolir itu. Kawasan yang termasuk dalam barisan Pegunungan Meratus itu, fasilitas pendidikan tergolong sangat minim.

JANJI Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor untuk segera melengkapi kawasan Parasaman dengan  berdiri sekolah menengah atas (SMA), dipastikan akan terwujud dalam waktu dekat. Selama ini, warga Kecamatan Paramasan untuk mengecap ke bangku SMA terpaksa harus turun gunung menuju kawasan terdekat.

“Untuk alokasi dana dalam APBD Kalsel 2017, pembangunan SMA di Kecamatan Paramasan sudah masuk. Selain anggaran yang siap, lahan untuk membangun SMA sudah siap. Dalam waktu dekat ini, pekerjaan pembangunan SMA Paramasan akan segera kami lelang,” ucap Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun di Banjarbaru, Jumat (17/2/2017).

Dengan total dana Rp 1,5 miliar, Muhammadun menjelaskan pembangunan SMA Paramasan ini terbagi dalam tiga kegiatan yakni perencanaan, detail engineering design dan pembangunan fisik. “Informasi yang ada, ada 17 murid SMA dititipkan di SMA di sana. Jadi, pendidikan yang dirasakan warga Paramasan tetap berjalan, sehingga ketika bangunan SMA sudah selesai, mereka bisa dipindahkan,” tutur Madun-sapaan akrabnya.

Ia menegaskan realisasi pembangunan SMA di Kecamatan Paramasan, bukan semata untuk memenuhi janji Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat berkampanye dalam Pilkada 2015 di kawasan itu. “Pembangunan SMA di Paramasan ini merupakan target kami. Yakni program pemerataan pendidikan di Banua,” ujarnya.

Menurut Madun, setiap kecamatan di Kalimantan Selatan diharuskan ada SMA, sehingga warga yang ada bisa merasakan pemerataan pendidikan. “Saat ini, ada 152 kecamatan se-Kalimantan, beberapa di antaranya belum memiliki SMA. Kami targetkan, dari segi bangunan fisik dan kualitas guru yang mengajar di SMA, merata. Ini artinya akan terjadi pemerataan antara daerah perkotaan dan pinggiran, sehingga murid SAM tak membludak di satu sekolah,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis : Wan Marley

Editor  : Didi GS

Foto    : Pemkab Banjar