Walau di Pinggiran Kota, SMAN 11 Banjarmasin Raih Akreditasi A

DIKOTOMI sekolah unggulan versus sekolah pinggiran di Banjarmasin, sepertinya tak akan berlaku lagi. Faktanya, banyak yang berada di sudut ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini justru meraih prestasi terbaik.

SEKOLAH sebagai wahana belajar, otomatis menjadi pusat pengembangan nilai-nilai terpuji, sehingga tumbuh kesadaran untuk menggali, mengenal, memahami, menyadari, menguasai, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai melalui proses pembelajaran. Nah, salah satunya SMA Negeri 11 Banjarmasin, yang berlokasi di Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Kepala SMA Negeri 11 Banjarmasin Dra Hj Noor Ainah MPd mengungkapkan, pusat pembelajaran mengemban suatu tugas mulia dalam mendidik mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia cerdas, berpengetahuan, berkepribadian, berakhlak mulia, cakap, sehat, kreatif, mandiri dalam mewujudkan warga masyarakat yang demokratis berwawasan global. “SMAN 11 Banjarmasin memiliki akreditasi A, dan hampir seluruh dewan guru dimaksimalkan. Bahkan, dalam tiga tahun mampu sekolah menyabet 120 tropi, dengan kegiatan seperti pidato, PMR, teater, UKS, dan lainnya,” ucap wanita berhijab ini.

Terkait lulusan siswa, Ainah menerangkan sekolahnya telah memiliki prestasi yang relatife baik. Bahkan, dari 168 siswa kelas XII, dan bisa diajukan masuk ke perguruan tinggi negara (PTN) lewat jalur undangan. “15 persen lulusan berhasil dapat di PTN, dan 16 orang dapat beasiswa bidik misi di Poliban Banjarmasin tahun 2016,” ucapnya.

Kini,  beber Ainah, SMAN 11 telah memiliki fasilitas aula yang mampu menampung 750 orang, kantin, lapangan futsal, laboratorium komputer, laboratorium IPA/IPS, dan lainnya. Meski begitu, sekolah yang berada di pinggiran kota ini masih belum mempunyai lapangan basket, mushalla, sulit untuk bertanaman. “Ya, mengingat banyak monyet berkeliaran di lingkungan sekolah. Ini yang menjadi pertimbangkan kami,” tutur Ainah.(jejakrekam)

Penulis  : Afdi NR

Editor    : Didi GS

Foto      : Afdi NR