Jual Wisata Loksado, Tak Boleh Terkendala Sarana

PANORAMA Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sudah tersohor seantero negeri, hingga dunia. Tapi sayang, pengelolaan objek wisata yang menyuguhkan kehidupan bersahaja warga adat Dayak Meratus, arung jeram bambu (bamboo rafting) plus bentang alamnya yang mempesona, belum dilengkapi sarana penunjang yang representatif.

APA kategorinya? Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Mahyuni mengatakan ada beberapa hal yang minus dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata. “Ya, contoh di kawasan objek wisata Loksado yang patut ditingkatkan lagi,” ujar Mahyuni, di Banjarmasin, Rabu (1/2/2017).

Ia menyebut akses Jalan Lumpangi, Kabupaten Hulu Sungai Selatan – Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, masih kurang memadai. ”Jalan ini salah satu akses menuju Loksado. Penerangan jalan masih kurang, marka jalan sudah mulai kurang jelas. Selain itu, terminal di kawasan Loksado masih perlu ditingkatkan sebagai sarana penunjang. Karena, saat ini terminal di sana hanya bisa menampung 10 sampai 11 mobil,” tutur Mahyuni.

Makanya, Mahyuni dengan berpegang pada hasil survei ke tempat wisata itu, diputuskan perlunya membentuk tim percepatan pelayan pariwisata yang kewenangan sepenuhnya berada di tangan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Nantinya, dalam tim ini akan dilibatkan seluruh dinas di Pemprov Kalsel yang terkait, termasuk biro perjalanan swasta. “Nanti, kita bersama-sama bekerja untuk meningkatkan usaha kepariwisataan,” tutur Mahyuni.

Ia mengaku telah bertemu dengan pihak manajemen Bandara Syamsudin Noor untuk membuat video potensi wisata di Kalimantan Selatan, sehingga ketika para pengguna jasa penerbangan itu akan menyaksikan gambaran destinasi wisata di Banua. Video ini akan dipasang di terminal kedatangan dan keberangkatan di Bandara Syamsudin Noor. “Ternyata, pihak bandara merespon baik,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis  : Wan Marley

Editor    : Didi GS

Foto      : Lacakinfo.com