Tak Patuhi Putusan Pengadilan, Buruh Mengadu ke Polda

Para buruh saat mengadu ke Mapolda Kalsel. Foto: Didi G Sanusi

RASA keadilan hingga kemarin belum juga dinikmati para karyawan PT Indoraya Everlatex dan PT Pola Kahurapan Inti Sawit. Padahal, sudah ada putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Banjarmasin sampai putusan inkracht dari Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

PULUHAN para buruh perkebunan sawit yang berlokasi di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, beramai-ramai mendatangi Mapolda Kalimantan Selatan, Rabu (11/1/2017). Mereka mengadukan manajemen perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit yang tergabung dalam Matahari Kahuripan Indonesia (Makin) Group.

Iklan Samping 300×250

“Padahal, ada keputusan dari PHI Banjarmasin hingga MA yang telah memenangkan gugatan kami. Kami menuntut hak karyawan berupa kekurangan pembayaran gaji mencapai Rp 1,3 miliar, terhitung sejak 19 Januari 2015 hingga sekarang,” tutur Eka, perwakilan dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalsel bersama karyawan PT Indoraya Everlatex dan PT Pola Kahuripan Intisawit kepada jejakrekam.com.

Ia merinci ada kewajiban dari pihak perusahaan untuk membayar hak kepada 46 orang. Berdasar kalkulasi KBSI Kalsel, sejatinya perusahaan itu membayar Rp 26 juta hingga Rp 40 juta yang menjadi hak karyawannya.

Gara-gara tak mematuhi putusan pengadilan, Eka bersama kuasa hukum KSBSI Kalsel, Wagimun dan Mesdi, didampingi puluhan karyawan mengadu ke Polda Kalsel. Menurutnya, pengaduan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrum) berupa dugaan penggelapan serta tindak pidana lainnya. “Tindakan perusahaan ini jelas merugikan para karyawan,” cetus Eka.

Sebelumnya, sejak 2015 lalu, gugatan para karyawan yang diwakili KSBSI Kalsel telah memenangkan perkara hubungan industrial itu di PHI PN Banjarmasin. Bahkan, para buruh ini mendesak aparat kepolisan dan dinas terkait untuk mengecek kembali hak guna usaha (HGU) dua perusahaan besar ini.

“Kasus yang kami alami ini juga diderita kawan-kawan buruh di bawah perusahaan Makin Group ini. Jadi, bukan hanya di Kalsel, hampir kejadian serupa juga terjadi di Indonesia,” imbuh Eka.(jejakrekam)

Penulis: Didi G Sanusi

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.