Luar Biasa, Banjarmasin Benar-Benar Darurat Narkoba!!!

MAYORITAS perkara yang disidangkan dan telah diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin didominasi narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba). Hal ini makin membuktikan Banjarmasin benar-benar telah darurat narkoba dan mengancam generasi mudanya.

MENGUTIP data perkara yang ada di PN Banjarmasin, selama 2016 tercatat ada 707 perkara narkoba, terdiri dari kasus sabu-sabu, obat-obat psikotrapika, serta lainnya. Jika dibagi dalam per bulan, berarti ada 58 perkara yang ditangani PN Banjarmasin.

Secara terperinci, dari bulan Januari 2016 terdapat ada 62 perkara, 67 perkara (Februari), 84 perkara (Maret), April tercatat 64 perkara, Mei dibawa ke meja hijau ada 31 perkara. Lalu, meningkat tajam lagi pada Juni dengan 77 perkara, dan menurun 47 perkara di bulan Juli. Memprihatinkan, justru pada Agustus menaik lagi hingga 79 perkara, disusul 58 perkara di September, 51 perkara (Oktober), dan 35 perkara (November) dan di pengujung tahun 2016 (Desember) terdata 52 perkara narkoba. Semua perkara itu sudah diputuskan vonisnya, meski ada beberapa terdakwa yang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banjarmasin hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA) di Jakarta.

Kondisi ini benar-benar membuat Ketua Gerakan Masyarakat Melawan Narkoba (Gemnar) Kota Banjarmasin, Abdul Wahid, harus mengurut dada. “Banjarmasin benar-benar sudah darurat narkoba. Laju peredaran narkoba ini sepertinya tak bisa diimbangi dengan tindakan pencegahan, termasuk upaya penegakan hukum dari aparat penegak hukum,” ujar Abdul Wahid kepada jejakrekam.com, Rabu (11/1/2017).

Dia menjelaskan narkoba dengan berbagai jenis itu telah merasuk semua kalangan masyarakat. Jika kalangan berduit lebih memilih sabu-sabu, berbeda dengan masyarakat ekonomi ke bawah memakai pil koplo atau zenith.

IKLAN TENGAH

“Hampir seluruh sudut kota Banjarmasin ini sudah dirambah narkoba. Ini bukti makin massif dan cepatnya gerakan para pengedar narkoba ini,” tutur Abdul Wahid.

Anehnya, menurut dia, ketika perkara narkoba ini berhasil diusut aparat kepolisian, berlanjut dibawa ke persidangan oleh jaksa, dan disidangkan para hakim di meja hijau, vonis atau hukuman yang diberikan masih sangat ringan. “Jelas hal semacam ini tak membuat efek jera bagi para pengedar, terutama lagi para bandar narkoba,” kata Wahid.

Selama ini, diakui Wahid, Gemnar Banjarmasin bersama aktivis peduli terhadap narkoba terus giat melakukan penyuluhan dan sosialisasi terhadap bahayanya barang haram tersebut. “Bayangkan saja, dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin, ada pengguna zenith yang mencapai 50 ribu orang. Ini merupakan fakta yang memprihatinkan, sekaligus harus membuka mata semua elemen masyarakat kota ini,” tuturnya.

Menurut Wahid, jika tak bergerak cepat dan bahu-membahu, tak mustahil trend peningkatan perkara narkoba yang ditangani di PN Banjarmasin akan terus melonjak. “Banjarmasin sudah darurat narkoba. Kalau kita tak peduli, bagaimana nasib warga kota ini,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis: Didi G Sanusi

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Luar Biasa, Banjarmasin Benar-Benar Darurat Narkoba!!!